Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bengkulu

Jl. Pembangunan No. 6 Padang Harapan , Bengkulu 38225 Telpon (0736) 21961 Fax. (0736) 22506

APARAT PAJAK BONGKAR KASUS JUAL BELI FAKTUR PAJAK FIKTIF

Posted by kppbengkulu on 01/03/2010

Jakarta, 1/4 (Fiscal News) – Aparat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Cibinong, Bogor, Jawa Barat membongkar kasus pemalsuan dan jual beli faktur pajak palsu yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Tenaga Pengkaji SDM Ditjen Pajak Djangkung Sudjarwadi di Cibinong, Kamis, menyebutkan, pelaku berinisial SNH menerbitkan sekitar 50 faktur pajak fiktif dan menjual ke sejumlah wajib pajak (WP) di luar wilayah Cibinong.

SNH juga memiliki perusahaan fiktif dengan inisial PT MRM di wilayah Cibinong, Bogor. Dan SNH telah dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak sejak 14 Nopember 2001 setelah dilakukan pemeriksaan kebenaran alamat WP.

“Berdasarkan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan (PPh) terjadi kenaikan peredaran usaha perusahaan itu dari tahun 2001 ke tahun 2002 sehingga dilakukan pemeriksaan, namun dari pengecekan di lapangan tidak ditemukan aktivitas usaha di alamat WP, dan data komputer di KPP Cibinong menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan, sehingga KPP mengusulkan dilakukannya pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana perpajakan kepada Kanwil VIII Pajak,” kata Djangkung.

Kanwil VIII Pajak menunjuk Kantor Pemeriksaan Pajak Bogor untuk melakukan pemeriksaan bukti permulaan tindak pidana perpajakan dan selesai pada 26 Maret 2004. Dan dari hasil pemeriksaan, terdapat indikasi kuat telah terjadi tindak pidana perpajakan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp11,1 miliar selama 2002-2003.

“Dari kasus itu saja kerugiannya sudah Rp11,1 miliar, jika faktur pajak fiktif yang dijual sebanyak 50 itu nilai kerugiannya rata-rata sebesar itu, berarti kerugian negara mencapai sekitar Rp500 hingga Rp600 miliar,” kata Djangkung.

Berdasar pemeriksaan sementara, faktur pajak fiktif itu dijual kepada WP lain dengan harga sekitar 25 persen dari jumlah pajak yang seharusnya ditanggung oleh satu WP.
Pada tanggal 29 Maret 2004, KPP Cibinong memanggil SNH agar datang ke KPP pada 30 Maret 2004 menyangkut kewajiban perpajakan tahun 2003.

Yang bersangkutan datang ke KPP Cibinong dan dari hasil wawancara yang bersangkutan mengaku sebagai penerbit faktur pajak keluaran tanpa disertai penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak (faktur pajak fiktif) sehingga merugikan negara.

“Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, KPP Cibinong melaporkan ke Polres Bogor untuk ditindaklanjuti dan yang bersangkutan ditahan Polres Bogor untuk proses lebih lanjut,” kata Djangkung.

Mengenai ancaman hukuman, yang bersangkutan akan terkena dakwaan berlapis yaitu penipuan dan penyalahgunaan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda empat kali kerugian negara.

Wassalam

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: